Desain Rumah Dengan Konsep Go Green

Sebagai seorang ibu, Ibu perlu memahami dengan sangat baik bahwa faktor lingkungan juga mempengaruhi proses perkembangan anak-anak Ibu, dan sangat penting untuk memperhatikannya. Karena itu, Mama terus berusaha menciptakan suasana rumah terbaik.

Sebuah petunjuk yang mengacu pada suasana rumah adalah ketika rumah ibu bersih dari polusi yang mengganggu kesehatan keluarga. Sayangnya, kami sadar bahwa ini sulit dilakukan karena ruang dan volume udara sangat besar dan tidak terbatas. Kondisi hidup yang menghormati lingkungan atau konsep go-green sebenarnya bisa menjadi racun bagi udara.

Berikut Tips Desain Rumah Konsep Go Green

Ada beberapa tips untuk menghias dengan konsep Go Green, yang dapat Anda ikuti, seperti yang dilaporkan oleh situs. Mari kita bersama dan belajar.

1. Pastikan bahwa cat tembok menghormati lingkungan

Jika Ibu ingin mendekorasi rumah, Ibu tentu berharap bahwa suasana rumah memberi kontribusi pada efek alami dan bersemangat. Untuk memungkinkan hal ini, ibu dapat memanfaatkan penggunaan cat di dinding setiap kamar, yang merupakan faktor penting dalam hal ini. Namun, ketika menggunakan warna, ibu harus memperhatikan kandungan kimianya.

Karena kandungan bahan kimia dalam cat, seperti senyawa organik yang mudah menguap atau senyawa organik yang mudah menguap, dapat terbang dan bergabung dengan udara.

Ketika ibu dan bayi menghirupnya, mereka dapat menyebabkan efek samping yang menyebabkan masalah kesehatan seperti pusing, mual dan sakit kepala. Ini pasti akan memiliki dampak yang jauh lebih buruk jika jumlah dosis inhalasi cukup tinggi. Atas dasar ini, Mama sangat disarankan untuk memilih cat dinding ekologi.

Produk cat tembok yang bagus ini terbuat dari minyak nabati dan ekstrak alami lainnya yang baik untuk kesehatan Anda. Hasilnya tidak kalah mengesankan dari warna umum lainnya.

2. Penggunaan furnitur kayu

Hal pertama yang sangat disarankan Ibu ketika membuat rumah ekologi adalah menggunakan furnitur alami. Salah satunya adalah kayu, yang merupakan pilihan terbaik dalam hal ini.

Kayu dianggap dapat menciptakan lingkungan rumah yang sehat, seperti yang diharapkan oleh Mama. Tentu saja, hasil maksimal tercapai ketika ibu memutuskan untuk menggunakan kayu yang dipanen dengan cara yang berkelanjutan. Ini sangat disarankan oleh mama bukannya menggunakan furnitur yang terbuat dari bahan alami seperti plastik. Ayolah, Bu, kami mendominasi semua kamar dengan perabotan kayu.

3. Penggunaan produk wol alami

Ketika datang ke furnitur untuk rumah, kami tidak hanya fokus pada pemilihan furnitur seperti meja, bangku, pajangan dan hal-hal lainnya. Di sisi lain, kami juga berbicara tentang bantal, kasur, karpet, dan banyak lagi.

Setiap benda ini sangat rentan terhadap debu dan kotoran yang dapat menyebabkan alergi dan asma. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada ibu sebagai solusi untuk memastikan bahwa benda-benda ini terbuat dari wol alami.

Alasan mengapa bahan organik ini memiliki kemampuan untuk menghindari kandungan negatif yang dapat menyebabkan reaksi negatif pada kulit. Selain itu, bahan yang sangat direkomendasikan ini juga dikenal sebagai ringan, sehingga ibu dan si kecil merasa nyaman ketika disentuh.